APA SALAHKU???
Oleh : Novia Rhoza
APA SALAHKU KAU BUAT BEGINI KAU TARIK
ULUR HATIKU HINGGA SAKIT YANG KURASA APA MEMANG INI YANG KAMU INGINKAN TAK ADA
SEDIKITPUN NIAT TUK SERIUS KEPADAKU....
S
|
epertinya
sepenggal lagu d’Masiv itu memang sangat cocok dengan keadaanku yang seperti
ini.
Semula semua
kehidupanku dengan Rangga sangatlah baik-baik saja dan dulu kami selalu
beranggapan bahwa dunia hanyalah milik kami berdua. Tapi sekarang kenyataannya semua
adalah bulshit semua adalah ungkapan palsu yang yang takkan pernah menjadi
nyata.
Namaku adalah
Natasha Allena aku adalah seorang mahasiswi disebuah fakultas jurusan Sastra di
Bandung. Semua masalah,beban dan penderitaan yang kujalani berawal dari Rangga.
***************
“Nat,kita
pulang bareng yuk!” ajak Rangga
“Mmm,Boleh
tapi sebelum kamu antarin aku kamu antar aku beli kue dulu ya buat
mamah,soalnya sekarang mamah ulang tahun.” Jawab Nata memperjelas
“Oh itu sih
gampang .Eh tadi kamu bilang hari ini mamamu ulang tahun berati kebetulan
banget kalo gitu, biar aku ikutan patungan ya buat beli kuenya ya itung-itung
salam perkenalan dari aku gitu.”
Aku tak
menjawab perkataan Rangga tadi, aku hanya tersenyum kecil yang tak lain
memberikan isyarat kepadanya bahwa aku setuju dengan ucapannya. Rangga emang
belum kenal dengan mamaku, karena aku belum pernah bawa temen cowok ke rumah
untuk dikenalin ke mamah.
***
sesampainya dirumah***
“Hai mah
selamat ulang tahun ya wish you all the best mom.”
“Makasih
sayang. Loh di samping kamu siapa ko mamah baru liat kamu bawa temen ke rumah.”
Tanya mamah yang dari tadi matanya mengarah ke Rangga.
“Mmm..Oh ini
Rangga mah, dia temen aku di kampus. Eh Rangga kenalin ini mamah aku.” Jawab
Nata dengan nada grogi, maklum semenjak papahnya pergi entah kemana Nata nggak
pernah kenalin temen cowok ke mamahnya.
“Oh ya mah
ini aku sama Rangga beliin kue buat mamah. Emm biar aku bawa masuk dulu ya mah
kuenya.” Tambah Nata untuk mencairkan suasana hatinya.
“Nak Rangga
satu jurusan dengan Nata?”
“Oh nggak
tante, saya jurusan seni.”
“Emm gitu
ya.Tante cuma pesen jangan bikin Nata kecewa.”
“Maksud
tante?”
“Udahlah
nanti juga kamu bakalan tahu sendiri .Tante masuk dulu ya biar tante panggilin
Nata.” Jawab mamah singkat sambil ngeloyor ninggalin Rangga yang masih bengong karena nggak tahu apa maksudnya.
***************
“Rangga
ngapain kamu disitu?” tanya Nata dengan nada yang seakan-akan nggak suka dengan
posisi Rangga yang lagi anteng liat-liat foto.
“Ini pasti
foto kamu sama orangtua kamu. Oh ya mana papah kamu kok aku nggak
dikenalin?”tanya balik Rangga.
“Dia nggak
ada.” Singkat Nata
“Nggak ada? Maksudnya
lagi kerja gitu? Emang sih papah aku
juga emang jam segini nih lagi sibuk- sibuknya kerja tapi dia suka nyempetin
buat nelpon kasih kabar gitu ke aku, pokoknya papah aku tuh emang....”
“Stoppp stop
Rangga berhenti kamu ngomongin tentang papah kamu” potong Nata dengan nada
menyentak.
“Kamu kenapa
Nata? Ada yang salah sama omongan aku barusan, kalo ada aku minta maaf aku nggak
bermaksud buat....” balas Rangga dengan nada memelas.
“Sssstttt...
sekarang mendingan kamu pergi dari sini soalnya aku ngantuk banget mau tidur.”
Jawab Nata dengan nada seolah-olah mengusir Rangga dari rumahnya.
“Loh kok gitu
Nat?”
“Pokoknya
kamu sekarang pulang deh Rangga aku capek banget.”
“Ya udah aku
pulang dulu, salam buat mamah sama papah kamu.”
***Keesokan
harinya di kampus***
“Nata...”
teriak Rangga saat melihat Nata dengan Ayu dan bergegas untuk menghampirinya.
“Aduh Ayu aku
tiba-tiba sakit perut ,aku ke wc dulu
sebentar ya.”Alasan Nata saat melihat Rangga yang menghampirinya.
“Loh yu
Natanya kemana kok aku samperin dia malah pergi?” tanya Rangga heran
“Katanya sih
dia sakit perut.”
“Sakit perut?
Dia pasti masih marah sama aku.”
“Marah? Kenapa
harus marah? tanya ayu heran
“Iya marah. Kemarin
kan aku nganterin Nata sampai ke rumah terus aku minta dikenalin ke orangtuanya
tapi aku cuma dikenalin sama mamahnya aja.”
“Terus?”
“Terus aku
tanya dong papah kamu mana kok aku nggak dikenalin, nah dari situ sikap dia
langsung aneh gitu sama aku.
“Aduh Rangga
odong sumpah odong banget sih lo.”
“Kok malah
kamu ikutan marah gitu sih sama aku?Harusnya kamu sebagai sahabatnya Nata kamu
bantuin aku dong yu.”
“Iya nanti
aku bantuin, tapi kamu kenapa nanya-nanya tentang papahnya Nata, Rangga?” tanya
Ayu gemes.
“Iya kan aku
pengen tahu masa aku cuma liat difoto aja. Emangnya aku salah ya nanya kaya
gitu?”
“Ya iyalah
salah, salah banget malahan. Seharusnya kamu nggak nanya kaya gitu ke Nata.”
“Kenapa?”
“Panjang ceritanya.”
“Aku punya
banyak waktu kok untuk ngedenger cerita dari kamu.” Kekeh Rangga.
“Kalo aku
ceritain kamu janji ngga bakalan bilang sama Nata lagi. Janji nggak?”tanya Ayu
balik.
“Iya iya aku
janji. Kenapa emangnya?”
“Gini nih
ceritanya,..................... (Ayu mulai menceritakan semuanya yang
berhubungan dengan papahnya Nata dari A sampe Z kepada Rangga) dan intinya dulu
papahnya ninggalin Nata waktu masih kecil sama mamahnya gara-gara perempuan
lain dari kejadian itu Nata nggak suka kalo ada yang nanya-nanya tentang
papahnya, gitu ceritanya, ngerti kan?”
“Pantes aja
dia marah sama aku. Uh dasar Rangga odong banget sih lo.” kata Rangga pada
dirinya sendiri.
“Ok aku udah
ngerti apa permasalahannya, thank’s ya Ayunda Putri Pertiwi sahabatnya Nata yang
palingggg baik dan cantik.”tambah Rangga dengan maksud memuji Ayu.
“Ok kalo gitu
aku masuk dulu soalnya ada kelas. Dah Rangga.”
“Iya makasih
ya Yu.”
**************
“Nata tunggu,
Nata ijinin aku ngomong dulu.”
“Maaf Rangga
aku sibuk.”
“Please Nata,ijinin aku ngomomg dulu
nanti setelah aku ngomomg kamu berhak mau pergi atau apa terserah kamu.”
“Ok Rangga
aku kasih kamu waktu dua menit dari sekarang.”
“Nata aku
minta maaf karena kemarin aku ngga seharusnya nanya kaya gitu,sekarang aku udah
tau semuanya.”
“Maksud kamu
semuanya apa?” tanya Nata sinis.
“Semuanya
Nata semuanya,semuanya tentang papah kamu.”
“Tahu apa
kamu tentang papah aku?”
“Aku tahu
semuanya dari awal, dari mulai papah kamu berubah sikapnya pas kamu ulang tahun
yang ke-3 sampai papah kamu....” Rangga tak berani meneruskan omomgannya karena
ia tahu tak seharusnya ia mengatakan semua itu terlebih lagi ia melihat matanya
Nata yang telah berkaca-kaca.
“Terus
sekarang kamu mau apa Rangga? Mau apa? Apa kamu mau ketawain aku? Atau mungkin
kamu bakalan ngasih tahu ke semua penhguni kampus disini kalau aku nggak punya
papah yang bisa aku banggain, iya Rangga?” tanya Nata dengan lirih sambil
menahan bendungan air matanya yang siap mengalir di pipinya.
“Engga Nata kamu
salah besar justru aku...”
“Aku apa Rangga?”
“Aku bakalan
ngelindungi kamu, aku nggak sejahat yang kamu kira. Percaya Nata aku tulus
ingin ngelindungi kamu.” balas Rangga sambil memeluk erat Nata.
“Lepas
Rangga.” Teriak Nata sambil mencoba melepaskan pelukan Rangga.
“Nggak Nata
aku nggak bakalan lepasin kamu, karna aku ingin ngelindungi kamu Nata.”
“Rangga aku
mohon lepasin aku.”
“Nggak Nata,
nggak akan.”
“Rangga
lepasin aku sekarang.” sentak Nata
Dengan berat
hati Rangga pun melepaskan Nata dari pelukannya. Yang kemudian Nata malah
memilih pergi meninggalkan Rangga.
“Nata kamu
mau kemana?”
“Rangga maaf
aku lagi pengen sendiri.” singkat Nata sambil berlari meninggalkan Rangga.
****************
Walaupun
awalnya Nata tak begitu me-respect kehadiran Rangga yang selalu hadir disisinya,
lambat laun akhirnya mereka dapat berteman baik dan kini Nata yakin dengan apa
yang dikatakan Rangga bahwa ia akan melindunginya. Hari demi hari,dan bulan demi bulan terus berganti mengiringi
perjalanan pertemanan antara Nata dan Rangga hingga suatu hari tepat di ulang
tahunnya Nata ke 20 Rangga memilih untuk melamar Nata.Memang sedikit ironis
melihat pertemanan yang dijalin mereka bisalah di bilang kurang dari 1 tahun.Mendengar
apa yang dikatakan Rangga serontak membuat Nata kaget karna pasalnya Rangga
melamar. Bayangkan saja nembak aja nggak pernah ini malah langsung lamaran dan
itu berarti tak lama lagi aku akan menyandang gelar nyonya Rangga.
“Maaf
Rangga,aku belum bisa jawab keputusan kamu tadi karena jujur aku kaget
banget.”jawab Nata
“Ok aku
ngerti kamu pasti kaget dengan keputusan aku yang terlalu cepet.Aku nggak maksa
kamu kok Nat untuk jawab sekarang, percaya deh aku cuma pengen jadi orang yang
bisa selalu jagain kamu.”
“Makasih
Rangga.Oh ya aku minta waktu dua minggu untuk mikirin ini dan aku juga minta
selama aku mikirin ini kita nggak ketemuan,smsan,telponan atau hal-hal yang
berhubungan dengan kamu,gimana?”
“Loh,
kenapa?”
“Aku cuman
pengen mastiin aja, sebenarnya aku sanggup apa nggak.”
“Ya udah aku
bakalan ngikutin semua keputusan kamu walaupun rasanya itu pasti berat banget
buat aku.”
“Thank’s Rangga.”
***dua
minggu kemudian***
Kringggg
kringggg bunyi telepon rumah Rangga berdering....
“Hallo
assalamualaikum.”
“Iya waalaikum
salam, hallo bener ini rumahnya Rangga Sastra Adiwiguna?”
“Iya benar
ini rumahnya den Rangga.Maaf ini siapa?”
“Emm,saya
Natasha temennya Rangga,Rangganya ada?”
“Oh den
Rangganya ada,apa perlu bibi pangilin non?”
“Oh nggak
usah bi,aku cuma mau titip pesen aja boleh?”
“Loh kenapa
nggak usah non, mending bibi panggilin aja ya non ya.”
“Jangan bi
nggak usah, kebetulan hubungan aku sama Rangga lagi kurang baik gitu bi.”
“Oh gitu ya
non, memangnya non mau titip pesen apa ya non ya?”
“Gini bi
tolong bilangin ke Rangga kalo besok aku mau ngajak ketemuan di tempat pertama kali ketemu jam 5 sore,sama
tolong bilangin jangan sms atau telepon balik.”
“Oh ya non
nanti bibi sampaikan sama den Rangga.”
“Makasih
bi,assalamualaikum.”
“Iya
non,waalaikum salam.”
***keesokan
paginya di rumah Rangga***
“Den Rangga
kemarin ada temennya aden nelpon,namanya Na Na aduh Na siapa ya bibi lupa den.”
“Maksud bibi
Natasha?”
“Nah iya den
non Natasha.’
“Kenapa bibi
nggak panggilin aku? Terus kenapa bibi baru bilang sekarang?”
“Bibi mau
panggilin aden tapi nggak enak adennya udah tidur,mana tidurnya nyenyak lagi
den,lagi pula non Natasha sendiri yang...”
“Yang apa
bi?” tanya Rangga heran karna bibi tidak melanjutkan pembicaraannya. “Ok, terus
Natanya bilang apa?”
“Katanya dia
pesen sekarang jam 5 sore dia ngajakin ketemuan di tempat pertama kali ketemu
tapi kata non Natasha sendiri aden diminta untuk nggak nelpon atau sms balik.”
“Loh kenapa
bi?”
“Maaf den bibi
juga nggak tau soalnya cuma itu yang di bilangin sama non Natasha.”
“Oh gitu ya
bi,ya udah deh makasih ya bi.”
“Iya den.”
***Jam
17.25 di taman strawbery tempat Nata dan Rangga pertama kali bertemu***
“Rangga”
panggil Nata pelan.
“Eh,kamu
Nat.”
“Maaf...,”ucap
Nata tapi tak melanjutkannya lagi.
“Maaf?untuk?”
tanya balik Rangga.
“Maaf untuk
aku datang nggak ontime dan maaf untuk”lagi-lagi
Nata nggak ngelanjutin omongannya.
“Ayolah it’s ok” jawab Rangga dengan nada
meyakinkan
“Maaf aku
belum bisa menuhi permintaan kamu yang ingin melamarku.” Walaupun singkat tapi
aku yakin itu sangat mengecewakan bagi Rangga.
“Why?”
“Aku belum bisa
Rangga,aku belum tahu lebih dalam siapa kamu dan apa iya kamu memang jodoh
aku.”
“Oh..”
giliran Rangga yang nggak ngelanjutin omongannya.
“Gini aja
Rangga untuk meyakinkan aku,aku pengen kita jalani aja dulu ini semua mau kan?”
“Ok” jawab
Rangga dengan nada yang tak begitu suka.
**************
Akhirnya dua
bulan berlalu dan................
“Rangga, apa kamu
masih mau mengajakku nikah?”
“Iya lah Nata
kalo nggak ngapain aku setia sama kamu sampai saat ini.”
“Kamu yakin
Rangga dengan ajakan kamu?”
“Benar-benar yakin Nat karena aku cinta kamu”
“Apa aku bisa
pegang semua ucapan kamu Rangga?”
“Ya Nat, kamu
bisa pegang ucapan aku karna aku jujur dan aku tulus.”
“Walaupun aku
banyak kekurangannya?”
“Enggak Nat
dimata aku kamu sempurna, sekalipun aku punya kekurangan tapi aku akan menutupi
kekurangan kamu itu dengan kelebihan yang kamu punya Nat.”
“Walaupun
nantinya kamu nggak bakalan bahagia sama aku?”
“Cukup Nata, menikah
dengan kamu adalah kebahagiaan terbesar untuk aku dan aku yakin itu semua.”
“Rangga, apa
kamu yakin dengan memilih aku?”
“Ya Nata aku
yakin, yakin sekali. Apa aku terlihat seperti bohong dimata kamu?”
“Nggak
Rangga,kamu benar.”
“Jadi,apa kamu
mau menikah dengan aku?”
“Iya Rangga
aku mau.”
Seketika
Rangga tersenyum bahagia mendengar ucapan yang terlontar dari mulut manis Nata.
****************
Dari semenjak
hari itu Nata dan Rangga sibuk mencari tanggal yang cocok untuk hari yang
sangat sakral bagi mereka berdua.Namun bencana sesungguhnya datang saat semua
orang sedang bahagia.
Selama aku masih
bisa bernapas masih sanggup.....nada dering telepon genggam Nata berdering yang
tak heran dari sang calon mempelai pria.
“Hallo
boy.”ucap Nata singkat
“Kamu
dimana?udah seminggu ini kamu jarang ngasih kabar ke aku?”tanya Rangga yang
seakan-akan menginstrogasi pacarnya itu.
“Loh kok kamu kaya yang lagi instrogasi aku
gitu sih?”
“Iyalah aku
kaya gitu habisnya kamu udah semingguan nggak ada kabar,sms aja nggak pernah
seakan akan kamu ngga peduli.”
“Nggak peduli
maksud kamu?”
“Maksud aku
ya kamu udah beda sama Nata yang aku kenal dulu, kamu berubah Nat.”
“Loh kok
gitu? aku ini peduli banget sama kamu buktinya udah seminggu ini aku cari
tempat,catering,baju,undangan.Itu semua buat siapa coba, buat kita kan? Yang
ada kamu yang nggak,peduli buktinya kamu sibuk kan bikin project.” Jawab Nata
dengan nada setengah marah.
“Kamu kok
kaya gitu sih?aku juga ngelakuin ini buat kamu juga.”
“Udahlah
Rangga aku males berantem sama kamu.Udah ya”tambah Nata sambil mematikan
ponselnya.
***********************
Dari
kejadiaan itu mereka berdua udah jarang kontek-kontekan lagi.
Dan pada
suatu hari di tempat kostannya Rangga,Nata berniat memberikan kejutan sama
Rangga.Tapi disitu bukan Rangga yang terkejut melainkan Nata sendiri.
“RANGGA!!!”teriak
Nata yang dari tadi asyik menyaksikan adegan kepala Sindi menempel di bahu
Rangga.
“Nata.” jawab
Rangga kaget dan melepaskan sandaran kepala Sindi dari bahunya.
“Kamu” balas
Nata dengan rasa tak percaya.
“Nata ini
semua nggak seperti yang kamu liat,aku sama Sindi Cuma lagi share tentang masalahnya Sindi.”ujar
Rangga yang mencoba meluruskan keadaan karena ia tahu pasti Nata kecewa banget.
“Aku nggak nyangka sama kamu,kamu tega kaya
gini.”
“Nata,aku
dengan Rangga emang nggak ada apa-apa dan bener apa yang tadi Rangga omongin
kita cuma lagi sharing aja.”giliran
Sindi yang angkat bicara.
“Diem
kamu,aku nggak lagi ngomong sama kamu dan suruh siapa kamu ngomong dasar
perebut pacar orang.”balas Nata dengan nada sinis.
“NATA!!”teriak
Rangga yang nggak percaya pacarnya yang baik bisa berkata seperti itu.
“Asal kamu
tahu dulu kamu emang pacarnya Rangga,tapi sekarang kamu bukan siapa-siapanya
Rangga,ngaca Sindi ngaca siapa kamu sekarang dan harusnya kamu sadar kalo
Rangga sebentar lagi akan menikah dan kamu nggak punya hak buat deket-deket dia
lagi.” Ujar Nata yang kembali berkata sinis kepada Sindi.
Sindi hanya
bisa menangis karena ia tahu semua memang salahnya.
“Nata,udah
cukup.” Ucap Rangga.
“Diem kamu
Rangga, harusnya kamu belain aku bukan belain cewek itu atau jangan-jangan
selama ini kamu bikin project cuma alasan aja biar kamu bisa bebas dari
pekerjaan ngurusin acara pernikahan dan supaya kamu bisa bebas berduaan bareng
dia,ia Rangga?”
dan.....
PLAKKKK
sebuah tamparan melayang dipipi Nata.
“Rangga
kenapa kamu tampar aku?”tanya Nata dengan diiringi nada isak tangis.
“Maafin aku
Nata, tapi kamu nggak seharusnya ngomong kaya gitu,dimana Nata yang aku kenal
selama ini Nata yang baik,Nata yang ngertiin orang,Nata yang nggak pernah bikin
orang sakit hati,dan Nata yang lain” tambah Rangga.
“Cukup
Rangga,aku kesini cuma mau ngasih contoh undangan buat kita sebar.Aku minta
maaf kalo aku udah bukan jadi Nata yang kamu kenal selama ini dan aku udah nggak
peduli sama ini semua dan terserah kamu undangan itu mau dilanjutin
atau...”balas Nata sambil bergegas meninggalkan Rangga dan Sindi.
******************************
Setelah
kejadian itu Rangga berulang kali minta maaf dan menjelaskan semuanya kepada
Nata dan meminta agar pernikahannya dengan Nata tetap berjalan.Dan Nata setuju
dengan semua itu karena ia tahu Rangga nggak mungkin ngelakuin hal seburuk
itu.Dan Teng hari itu tiba,semua orang telah memadati halaman Masjid tempat
berlangsungnya acara akad nikah.Tapi....
“Bu, Rangga
mana?”tanya Nata kepada mamahnya Rangga yang baru datang
“Loh Rangga
belum datang? Ibu pikir dia udah datang dari tadi soalnya tadi pagi jam 6 dia
udah berangkat dari rumah lengkap menggunakan baju pengantin kalian.”Jawab ibu
Rangga dengan nada tak percaya.
“Udah kamu
telepon?”ujar mamah yang mencoba menenangkanku.
“Udah
mah,tapi hpnya nggak aktif.”Tambah Nata dengan nada panik.
Mendengar
ucapan ibunya Rangga,Nata sepertinya tahu dimana sekarang Rangga berada.
“Loh mau
kemana sayang?tanya mamah yang melihat Nata pergi meninggalkan Masjid.
“Aku mau cari
Rangga mah.”
“Jangan
sayang,biar mamah suruh supir aja ya kan acaranya udah mau mulai.”
“Nggak mah
biar aku aja yang cari Rangga,mamah percaya sama aku ya.”
“Tapi sayang”
“Mah percaya
ya sama Nata sekali aja mah.”
Mendengar
perkataan putri tersayangnya mamah pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Nata pergi
mencari Rangga.
************
Ternyata
mobil yang dikemudikan Nata berhenti di jalan Merpati No.3 yang tak aneh adalah
kostannya Rangga.Namun kejutan itu datang lagi,kali ini bukan adegan rebahan di
bahu lagi tapi melainkan adegan Rangga memeluk cewek yang tak lain adalah...
“Sindi”bisik
Nata yang sekaligus memecahkan keheningan di ruang tamu itu.
Tanpa banyak
bicara Nata lebih memilih pergi meninggalkan Rangga dan Sindi.Belum sempat
Rangga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu mobil yang dikendarai Nata
telah melesat meninggalkan kostan Rangga.
Di perjalanan
Nata hanya bisa melunturkan make-upnya dengan banjiran air mata dan masih di
hantui oleh puluhan bahkan jutaan pertanyaan yang mungkin dia sendiri nggak
ngerti maksud dari semua ini.Rasanya hati bagaikan ditusuk dan diiris oleh
pedang yang tak tajam yang mencoba merobek hati walaupun dengan susah payah.Namun
naas bagi Nata belum sempat ia kembali ke mamahnya ia harus mengalami
kecelakaan saat perjalanan menuju Masjid tempat akad nikah berlangsung.
**********************
Kringggggg....kring....
bunyi ponsel Rangga memanggil.Alangkah senangnya ia mengetahui bahwa Nata yang
menghubunginya itu.
“Hallo
Nata,kamu dimana maafin aku ya, aku janji aku bakalan jelasin semuanya ke kamu
tapi kamu dimana sekarang aku udah ada di masjid tempat akad nikah kita.”
Namun
alangkah kagetnya Rangga saat ia mengetahui bahwa yang meneleponnya bukanlah
Nata melainkan adalah pihak kepolisian yang memberikan kabar bahwa Nata
terbaring koma akibat kecelakaan yang menimpanya.
Dengan hati
dan perasaan yang cemas Rangga beserta orang tua Nata dan rombongan lainnya
bergegas menuju Rumah Sakit yang dimaksud.
***Sesampainya
di Rumah Sakit***
Dengan nafas
yang tergesa-gesa Rangga berlari menyusuri koridor Rumah Sakit untuk mencari
ruangan tempat Nata dirawat. Namun sayangnya saat membuka pintu kamar UGD
kejutan kembali datang. Ia melihat Nata yang terbaring lemah dan terkujur kaku
telah ditutupi kain putih.
Seketika
tubuh Rangga tak dapat di gerakan,rasa tak percaya bahwa Nata telah meninggal
dengan baju pengantin yang berlumuran darah yang ia kenakan untuk acara
pernikahannya.
Dan berarti
pertemuan tadi itu dengan Nata adalah pertemuannya yang terakhir kalinya??
“TIDAKKKKKKKKKKKK”
teriak Rangga memecahkan kebisuan di rumah sakit sambil memeluk erat tubuh
kekasihnya itu dan seakan tak percaya bahwa Nata telah tiada untuk selamanya
dengan membawa semua cerita yang telah di ukir bersama Rangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar